Ngidam Alam Wawai The Ampitheater :D:D
Hai hai selamat datang di catatan Ria :))
Ada sedikit cerita yang mau Ria bagiin (sok ngeseleb ya).
Awal bulan sekaligus awal tahun kemarin tepatnya 1 Januari 2016, kebetulan sahabat SMP aku datang dari kota asalku, kota Pempek. Tujuannya sudah jelas dan sangat bisa di tebak, yaitu untuk menghabiskan libur tahun baru yang hanya sebentar itu. Alasannya kenapa dia lebih memilih kesini, jelas salah satunya ketemu dengan saya (sebenernya nggak juga sih, suka kepedean).
Saking singkatnya waktu liburan, nggak tanggung-tanggung begitu sampai di bandar lampung jam 08.00 WIB dengan menggunakan kereta (dia naik kereta malam, harga tiket berkisar anatara 120-200.000), jam 10.00 nya kami sudah melancong. Tapi jangan sangka meski terkesan buru-buru, kami sudah punya agenda yang terperinci dan terjadwal dengan sedemikian tupa (hassekk :)) ). Sesuai agenda yang telah dirancang, tempat pertama yang akan kami datangi adalah jreng... jreng... (sok asik banget sih) Alam Wawai The Ampitheater :D. Sahabat saya si turis palembang ini sudah lamaaa sekali ngidam pengen di ajak ketempat ini. Nggak ada alasan yang jelas kenapa dia pengen banget, kalo di tanya jawabnya "ya pengen aja" (jadi dia ini pengen banget apa pengen aja sih ke Alam Wawai :D).
Pagi menjelang siang pukul 10.00 WIB ki sudah rapi, sudah wangi dan cantik. Siap berangkat ke TKP. Lokasi Alam wawai dari pusat kota tidak terlalu jauh, dari tempat tinggal saya disini kalau ditempuh dengan motor hanha memakan waktu kurang lebih 20 menit. Alamatnya ada di daerah Sukadanaham, Kemiling, Bandar Lampung. Untuk sampai kesana jalannya tidak perlu dikhawatirkan, full aspal karena memang masih termasuk dekat dengan kota, jalanan disana mirip perbukitan dengan banyak kelokan, tanjakan, dan turunan. Anginnya sepoi-sepoi. Disepanjang jalan kita akan banyak bertemu para penjual durian dan manggis atau buah lain (terutama kalau lagi musim). Bagi pengendara motor yang suka bau khas durian, ini bisaenjadi perjalanan yang menyenangkan dan menyedihkan. karena penjual durian mangkal di setiap jalan bau khasnya akan menyeruak menghoda hmmmm...., sedihnya kalau dompet cekak dan nggak bisa beli T_T.
Kalau sudah sampai lokasi jangan kaget jangan bingung mana pintu masuknya. Karena memang ( pada saat kami datang) belum ada pintu gerbang besar layaknya tempat wisata pada umunya (mungkin karena masih tergolong baru jua :D). Tapi jangan kira disini nggk ada yang ngejaga atau asala masuk saja. Nanti pas masuk lokasi ada petunjuk jalan ikuti saja ( awalnya kita akan berasa masuk kebun semi kehutanan :D karena banyaknya pohon disana). Nanyi sampailah kita di parkiran. Nah di parkiran ini ada loket dimana kita bisa beli tiket buat masuk.
Harga tiket @Rp.20.000 + bonus teh pucuk harum
Parkir area @ Rp. 5000 (agak mahal ya).
Setelah itu kita akan di beri gelang dan kupon untuk menukarkannya dengan minuman di stand yang telah disediakan. Bagi yang lapar disini ada sejenis cafetarianya juga hihi ada somay dan kawan-kawan. Kalau yang pengen ke kamar mandi disini juga di sediakan lokasinya.
Oh ya lupa.
Begitu kalian masuk lokasi wisata akan di sambut pemandangan yang subhanallah menyejukkan mata. Jauh disana kita bisa melihat laut juga rumah-rumah penduduk yang kecil-kecil. Ya benar saja lokasi alam wawai ini ada diatas bukit. Hmmm terus nanti kita akan di sambut papan mirip papan penunjuk arah. Masuk lagi kedalam akan terlihat tenda-tenda ala suku indian. Jangan kira tenda itu hanya pajangan saja tenda-tenda dari yang kecil sampai yang besar semua ada gunanya. oh ya disini juga bukan hanya bisa wisata seperti yang kami lakukan bisa juga camp (dengab harga tersendiri). Sedikit info untuk tenda-tenda besarnya biasa dopakai kalau lagi ada acara semeperti misal tahun baruan.
Sepertinya jari saya mulai lelah, sebenarnya masih banyak yang mau diceritain disini. Tapi dari pada penasaran mending langsung aja cus kelokasi :)).
*Tunggu masih ada cerita selanjutnya tentang trip di lampung. Jangan lupa dateng baca lagi yaa...
JANGAN LUPA BAHAGIA :)) :)) ;)
Comments
Post a Comment