Coba Tanya Pasanganmu.

Halo semua...
After long time of hiatus akhirnya kita jumpa lagi ya, eh maksudnya saya posting lagi 😂. Beberapa kali niat nulis tapi ketunda dan akhirnya lupa atau kadang ada niatan tapi diri ini sudah keburu males karena jadwal aing kadang suka nggak beraturan dan kalau ada waktu luang lebih milih buat istirahat dan agak leha-leha 😂😆.

Kali ini saya mau cerita dan berbagi sedikit cerita mengenai sesuatu yang terbilang masih tabu. Beberapa hari yang lalu ada  pasien seorang anak remaja laki-laki usianya baru menginjak 18 tahun yang bercerita kepada saya tentang ke cemesan dan ketakutannya. 

Awal mula dia menceritakan keluhan saat kecing keluar sedikit darah dan terasa agak pedih. Bersamaan dengan itu dia menceritakan ketakutannya tentang salah satu penyakit menular seksual. karena ketkutannya dengan gamblangdia menceritakan apa yg sebelumnya dia rahasiakan kepada saya. Jujur saja saya agak kaget dan menyayangkan perilaku dan tindakannya. Hal ini dikarenakan sikapnya yang terlalu berani mencoba hal yang tidak sepatutnya dicoba. Ya apalgi kalau bukan free sex. dia mengaku sudah melakukannya dengan remaja perempuan seusianya. dan yang lebih membuat saya makin mengelus dada adalah pernyataannya yag menyebutkan bahwa siperempuan tersebut tidak hanya setia pada satu pasangan tapi berganti-ganti. NGERI!!!! Mereka masih muda masa depan masih panjang dan burusan sekolah juga masih berjalan. 

Dari  cerita tersebut saya banyak mendapat pelajaran dan menghasilkan berbagai kesimpulan berdasarkan sudut pandang saya terhadap seorang pasangan. (kok malah jadi pasangan kan baper 😂). Kali ini saya akan lebih banyak menyampaikan pesan bagi semua kalangan termasuk remaja dan orangtua. Jujur saja karena dia saya jadi curigaan dengan laki-laki. rasanya pengen gitu saya tanyain jujur deh kamu segede ini udah pernah ngapain aja sama pacar, gebetan atau perempuan? Pertanyaannya emang brutaltapi itu kayak harus gitu loh yakannn. 

Dan sejak pertemuan saya dengan remaja itu sekarang saya jadi semakin dan makin wasapada dengan siapapun karena lagi-lagi penampilan tidak menjamin isi hati, isi diri, akhlak dan perilaku seeorang. Karena "dia" yang bercerita pada saya sendiri tidak memunculkan tanda-tanda yang membuat saya berpikir kearah sana (apasaya yangterlalu polos ya? atau saya yangterlalu berpositif thinking dengan semua orang?). Badan sehat, masih terlihat bugar, cara bicara dan perilakunya didepan kita pun tidak mencerminkan dia adalah "seorang penikmat  free sex" (bahasa gua kok ngeri amat ya???). Saran saya bagi siapapun yang memiliki pasangan atau teman dekat yang memang kalian sayangi atau adaik atau kakak boleh ditanya hal seperti itu, bukan untuk berpikir macam-macam dan menyebarkan aib dan keburukan tapi lebih untuk melindungi diri kita. Semua orang juga tau penyakit menular seksual adalah penyakit yang mengerikan, toh di jaman sekarang ini tidak ada jaminan model orang seperti apa sih yang bakal mengidapnya, mukanya seperti apa muka sangar atau muka sabar merekasama saja, susah dideteksi yang paling dibutuhkan adalah keberanian untuk bertanya dan kejujuran dia untuk menjawab. Karena lagi-lagi "dia" memiliki sifat tertutup pada keluarganya, sehingga orangtuanya pun tidak mengetahui kondisi dan pergaulannya. Sedihnya orang tua dia hanya tau anaknya baik-baik saja 😢. Dan satu lagi saran saya untuk pasangan dewasa yang hendak menikah, bukan suudzon tapi untuk berjaga-jaga. sebaiknya sebelum menikah atau saat mengurus rencana pernikahan sepatkanlah untuk melakukan medical check up lengkap, karena kalau mulut pasangan sudah tisak jujur apalagi yang bisa kita lakukan untuk membentengi diri selain mendeteksi melalui kualitas kesehatannya. 

Dah udah cukup sesi curhatnya semoga bermanfaat ya  😂😂😂😂😂. Sebenernya masih ada hal lagi yang pengen disampaikan tapi hari sudah terlalu malam saya harus tidur 😂😂😂😂 (wanita karir besok masuk kerja pagi *songong). Maaf kalau gak jelas yaa para netijen yang budiman. Semoga dari cerita ini bisa diambil hikmah dan pelajarannya...

Eh iya lupa pada dasarnya gejala yang dia alami belum tentu disebabkan oleh PMS. Bisa jadi itu malah gejala penyakit lain. Saran saya lakukan pemeriksaan menyeluruh dan tetap waspada dengan kondisi kesehatan kita yaa 😚😁. Satu lagi free sex salah satu penyebab PMS ya man teman, pesan saya jangan sampai gonta ganti pasangan ya man teman (terkhusu bagi yg sudah berkeluarga) resikonya besarr. Sangattttttt besarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr.

Okok enough. I tired guys gut niteee 😚😚

lopeyu guys 💗.

Comments

Popular posts from this blog

Manajemen kebidanan (7 langkah varney dan SOAP)

Feel Sad Wihtout Any Reasons. (Sedih Tanpa Alasan)

Muhasabah Cinta I