Bagaimana?

Bagaimana jika suatu ketika kamu telah lama tidak jatuh cinta, lalu kamu menemukan dia orang yang membangkitkan kembali hatimu. Tapi, tanpa kamu dua, di sampingmu ada temanmu yang terpesona olehnya sepertimu. Lalu dia berkata padamu "Aku ingin dia untukku." Kamu kalah cepat, mana bisa kamu mengatakannya juga. Kemudian dia berkata lagi "apakah kamunmau membantuku mendapatkan dia untukku?" Apa yang akan kamu katakan? Apa jawabanmu untuknya?
Dia adalah teman baikmu. Mungkinkah kamu tega mengatakan padanya "aku juga ingin dia."
Tapi tidakkah kau perdulikan dirimu sendiri juga?

Jadi mana yang lebih baik menurutmu?

Orang bilang cinta tak harus memiliki itu benar adanya, tapi kata yang menyatakan "aku juga bahagian jika orang yang kusayang bahagia dengan orang yang disayanginya." Itu bohong, sebenarnya dirimu benar-benar jauh dari kata bahagia. Melainkan hanya berpura-pura tampak bahagia.
Kadang ketika sisi burukku muncul, hanya satu dipikiranku dan ini mengerikan, "jika aku tidak bisa berakhir dengannya, jangan sampai dia berakhir dengan temanku. Lebih baik tidak sama sekali atau mungkin akan sedikit melegakan jika bersama orang lain yang tak pernah ku kenal."

Comments

Popular posts from this blog

Dear Future Husband :)

Little thing about Galau 😅

Feel Sad Wihtout Any Reasons. (Sedih Tanpa Alasan)